walau dermaga ini semakin renta
aku tetap ada di sini
sebab selalu ada rinduku untukmu
walau engkau entah kapan akan kembali
aku tetap di dermaga ini
menanti senyummu seperti yang dulu
kutulis namamu di tiang-tiang dermaga
kueja huruf demi huruf namamu dengan arang di dinding-dinding dermaga
ada rasa senang bila ingat namamu
rumah rakitmu sudah lama terseret arus sungai Musi
terlunta-lunta hingga selat Bangka
tapi aku masih ingat saat dulu kau buka pintu rumahmu
kau selalu tersenyum sambil menyibakkan rambut panjangmu
walau tak ada yang tahu
aku selalu ingat senyummu bila sedang menatapku
indah!
kunanti engkau di dermaga ini
walau engkau entah kapan akan kembali
Banyuasin, 19 Januari 2010
aku tetap ada di sini
sebab selalu ada rinduku untukmu
walau engkau entah kapan akan kembali
aku tetap di dermaga ini
menanti senyummu seperti yang dulu
kutulis namamu di tiang-tiang dermaga
kueja huruf demi huruf namamu dengan arang di dinding-dinding dermaga
ada rasa senang bila ingat namamu
rumah rakitmu sudah lama terseret arus sungai Musi
terlunta-lunta hingga selat Bangka
tapi aku masih ingat saat dulu kau buka pintu rumahmu
kau selalu tersenyum sambil menyibakkan rambut panjangmu
walau tak ada yang tahu
aku selalu ingat senyummu bila sedang menatapku
indah!
kunanti engkau di dermaga ini
walau engkau entah kapan akan kembali
Banyuasin, 19 Januari 2010
Posting Komentar