belum pernah sekali pun engkau tersenyum padaku
padahal beribu kali kita pernah berpapasan
di jalan setapak
di padang ilalang belakang rumahku
belum pernah sekali pun aku tersenyum padamu
walau entah beribu kali kita bertemu
di pasar desaku yang sepi
pernah aku ingin memberimu senyum terbaikku
tapi, ah …… untuk apa?
tapi, ah ……
tapi, aku ingin melihatmu tersenyum
tersenyumlah padaku sekali saja
maka, besok mungkin kita bisa saling bertukar senyum
di padang ilalang belakang rumahku
tadi pagi, aku tersenyum di depan cermin
kuulangi senyumku
kuulangi lagi
sekali lagi
sekali lagi
masih juga senyum yang tadi yang kulihat
senyumku ternyata tidak seperti senyum bintang pasta gigi
senyumku ternyata adalah senyum yang biasa-biasa saja
kuulangi lagi senyumku
kuulangi lagi
sudahlah ……..
aku tak perlu tersenyum padamu
tapi, aku ingin melihatmu tersenyum
sekali saja
bolehkah?
Banyuasin, 21 Januari 2010
padahal beribu kali kita pernah berpapasan
di jalan setapak
di padang ilalang belakang rumahku
belum pernah sekali pun aku tersenyum padamu
walau entah beribu kali kita bertemu
di pasar desaku yang sepi
pernah aku ingin memberimu senyum terbaikku
tapi, ah …… untuk apa?
tapi, ah ……
tapi, aku ingin melihatmu tersenyum
tersenyumlah padaku sekali saja
maka, besok mungkin kita bisa saling bertukar senyum
di padang ilalang belakang rumahku
tadi pagi, aku tersenyum di depan cermin
kuulangi senyumku
kuulangi lagi
sekali lagi
sekali lagi
masih juga senyum yang tadi yang kulihat
senyumku ternyata tidak seperti senyum bintang pasta gigi
senyumku ternyata adalah senyum yang biasa-biasa saja
kuulangi lagi senyumku
kuulangi lagi
sudahlah ……..
aku tak perlu tersenyum padamu
tapi, aku ingin melihatmu tersenyum
sekali saja
bolehkah?
Banyuasin, 21 Januari 2010
Posting Komentar