Luluhkan hatimu


Luluhkan hatimu


luluhkan hatimu
biarkan angin membawamu melayang
melintas dedaunan, sungai-sungai, danau-danau, gunung-gunung, lautan dan samudra
biarkan hatimu memilih

jangan kau pikirkan
hujan dan debu silih berganti
panas dan dingin adalah keniscayaan
biarkan hatimu tersenyum

rasakan dan rasakan
cinta adalah kesempatan merasakan getaran-getaran dari pembuluh darahmu
alirannya berdetak waktu demi waktu
biarkan hatimu menikmatinya

cinta adalah aroma surga
semerbak bunga-bunga tersebar di pojok-pojok hati
hiruplah .... hiruplah aroma itu
biarkan hatimu terhangatkan api asmara

luluhkan hatimu
jadilah pecinta yang dicintai
katakan, ”Wahai engkau hati yang selalu berubah-ubah. Teguhkan cintaku sedalam gunung yang tertancap di punggung bumi. Biarkan aku mengungkapkan perasaanku.Jangan dibolak-balik perasaanku. Biarkan kimia cintaku menyebar hingga ke pori-pori.”

luluhkan hatimu
ungkapkan, ”Wahai engkau yang kucintai. Biarkan hatiku menembus sudut-sudut hatimu. Izinkan,  walau engkau tak sudi. Aku hanya seorang pecinta yang sederhana. Yang kutahu hanyalah bahwa hatiku telah menuntunku untuk mencintaimu. Izinkan, walau engkau tak suka. Biarkan, walau kuharus berkhayal bahwa engkau mengizinkanku untuk mencintaimu.”

Banyuasin, 5 November 2009

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama