Oleh: Irwan P. Ratu Bangsawan
bertemu denganmu di tepian Musi setiap pagi
menggairahkan hasrat asmaraku
walau engkau hanya tersenyum kecil
darahku tak hentinya berpacu dengan desir angin pagi hari
dengarlah aku bernyanyi
sebait lagu dangdut kugumamkan
“Melodi-melodi cinta, melodinya cinta
melodi-melodi cinta, selamanya indah”
Aha…. Betapa syahdunya lagu itu bila kunyanyikan di tepian Musi
Engkau tersenyum mendengar suara sumbangku bernyanyi riang
begitulah aku bernyanyi untukmu
di pagi hari saat engkau membasahi tubuhmu
membasahi rambut panjangmu
Aha… Betapa indahnya dirimu
Aku ingin memikatmu dengan suara sumbangku
dengarkanlah lagi lagu Bang Rhoma ini:
“Bila si dia berpolah, ku tak pernah marah
Bila si dia yang marah, itu hanya manja, sayang
Supaya disayang-sayang, inginnya disayang”
Banyuasin, 28:09:2012
bertemu denganmu di tepian Musi setiap pagi
menggairahkan hasrat asmaraku
walau engkau hanya tersenyum kecil
darahku tak hentinya berpacu dengan desir angin pagi hari
dengarlah aku bernyanyi
sebait lagu dangdut kugumamkan
“Melodi-melodi cinta, melodinya cinta
melodi-melodi cinta, selamanya indah”
Aha…. Betapa syahdunya lagu itu bila kunyanyikan di tepian Musi
Engkau tersenyum mendengar suara sumbangku bernyanyi riang
begitulah aku bernyanyi untukmu
di pagi hari saat engkau membasahi tubuhmu
membasahi rambut panjangmu
Aha… Betapa indahnya dirimu
Aku ingin memikatmu dengan suara sumbangku
dengarkanlah lagi lagu Bang Rhoma ini:
“Bila si dia berpolah, ku tak pernah marah
Bila si dia yang marah, itu hanya manja, sayang
Supaya disayang-sayang, inginnya disayang”
Banyuasin, 28:09:2012
Posting Komentar