Serumpun bambu di pinggir jalan desa yang sunyi
telah menerima janji sang angin
yang akan bertiup sepanjang waktu
Serumpun bambu bergairah
ketika sang angin membelainya
tak didengarkannya lagi kecipak air terjun kecil
yang jatuh di sela bebatuan
ia terlalu bergairah
meliuk
menari
pasrah
dan mendesah parau
Serumpun bambu telah menerima janji sang angin
tak ingin berpaling
walau sepasang bangau putih bertengger di pucuk-pucuknya
di ujung desa ini
serumpun bambu memegang janji sang angin
menunggu sepanjang hari
mendesah pasrah
walau sepi
walau sepi
telah menerima janji sang angin
yang akan bertiup sepanjang waktu
Serumpun bambu bergairah
ketika sang angin membelainya
tak didengarkannya lagi kecipak air terjun kecil
yang jatuh di sela bebatuan
ia terlalu bergairah
meliuk
menari
pasrah
dan mendesah parau
Serumpun bambu telah menerima janji sang angin
tak ingin berpaling
walau sepasang bangau putih bertengger di pucuk-pucuknya
di ujung desa ini
serumpun bambu memegang janji sang angin
menunggu sepanjang hari
mendesah pasrah
walau sepi
walau sepi
Posting Komentar