Yeisha,
gadis mungil bermata jernih
tersenyum ramah padaku
bibirnya bergerak lucu
selalu begitu
Yeisha,
bercerita bahwa hujan telah mengguyur kota kecilnya
hatinya selalu luka bila ingat hujan
wajahnya yang imut bergetar
bibirnya yang biasanya disaput lipstik warna merah bata
sudah berubah menjadi putih pucat
Yeisha,
pernah kukatakan padanya
tak ada luka yang tak dapat dibilas dengan air mata
tak ada kesedihan yang tak dapat dihanyutkan dengan air mata
tak ada kepedihan yang tak dapat dibersihkan dengan air mata
jadi, menangislah
menangislah
menangislah
menangislah
Yeisha,
pernah kau berkata padaku tentang arti senyummu
tapi, aku hanya tersenyum saja mendengarnya
senyummu bagiku:
selalu ramah
bibirmu bagiku:
selalu bergerak lucu
selalu begitu
Banyuasin, 12/01/10 untuk Yeisha yang selalu baik hatinya
gadis mungil bermata jernih
tersenyum ramah padaku
bibirnya bergerak lucu
selalu begitu
Yeisha,
bercerita bahwa hujan telah mengguyur kota kecilnya
hatinya selalu luka bila ingat hujan
wajahnya yang imut bergetar
bibirnya yang biasanya disaput lipstik warna merah bata
sudah berubah menjadi putih pucat
Yeisha,
pernah kukatakan padanya
tak ada luka yang tak dapat dibilas dengan air mata
tak ada kesedihan yang tak dapat dihanyutkan dengan air mata
tak ada kepedihan yang tak dapat dibersihkan dengan air mata
jadi, menangislah
menangislah
menangislah
menangislah
Yeisha,
pernah kau berkata padaku tentang arti senyummu
tapi, aku hanya tersenyum saja mendengarnya
senyummu bagiku:
selalu ramah
bibirmu bagiku:
selalu bergerak lucu
selalu begitu
Banyuasin, 12/01/10 untuk Yeisha yang selalu baik hatinya
Posting Komentar