Tasawuf Cinta
I
Rinduku padamu
adalah rindu malam pada siang
rinduku padamu
adalah rindu sungai pada muara
rinduku padamu
adalah rindu kemarau pada hujan
tapi, mengapa engkau masih sangsi?
Kasihku padamu
adalah kasih Adam pada Hawa
kasihku padamu
adalah kasih Sulaiman pada Balqis
kasihku padamu
adalah kasih Yusuf pada Zulaiha
tapi, mengapa engkau masih ragu?
II
”Aku tak ingin bersamamu!” ungkapmu ketus di pagi itu
bibirku tersenyum rapuh
tetes embun pagi kulihat telah membeku di ujung dahan
menggigil tubuhku
tapi, engkau tak peduli
”Aku tak ingin melihatmu lagi!” ungkapmu ketus di sore itu
mataku meredup hampa
debu berterbangan di tiup angin sore
sesak napasku
tapi, engkau tak peduli
III
Duhai engkau yang kurindu
bencilah aku
walau hatiku luka
walau hatiku perih
Duhai engkau yang kukasihi
sakitilah aku
walau hatiku lebam
walau hatiku membiru
IV
”Duh, mengapa aku tetap merindu dan mengasihimu?” kataku tersenyum pada bianglala
: sore pun menghening
: senyap
Banyuasin, 9 November 2009
Posting Komentar