Wanita
Angin yang bertiup disini
masih angin yang kemarin
dahan yang meliuk lemah
masih dahan yang kemarin
: Cinta yang kuhembuskan
masih cinta yang kemarin juga
”Aku sangsi, Mas!”
: Padahal air liurku sudah habis
kusemburkan.
”Aku ingin kepastian, Mas!”
: Padahal beribu kalimat telah
kuhamburkan.
Angin!
Biarlah semua berlalu
- - dalam wanita itu pun
tetap nestapa
Irwan Pachrozi
bandaragung, 071099
Posting Komentar