tanjung
Kau kelupas lembar
demi lembar kuntum bunga tanjung
kau tiup dan kini terlempar oleh
angin yang tiba-tiba datang – entah kemana
bau wanginya tak sempat kau rekam
kau cuma tahu
bahwa sudah kau kelupas
lembar demi lembar bunga tanjung itu.
Titik air matamu bila ingat bunga tanjung.
Tadi pagi, nenek tua
tetanggamu menyapa halus:
”Mau kemana kau, Tanjung?”
Irwan Pachrozi
22/8/95
Posting Komentar