Refleksi
Pagi ini tak ada senyum
sedang kau begitu santun
Tapi, apa iya?
wajahku kaku
kerikil-kerikil beku tertancap berdarah di dadaku
Tapi, apa iya?
dadaku mengental darah
aku berlari
ini bukan fatamorgana
angin bertiup kencang
debu-debu terbang tinggi
ini jelas nyata
Pagi ini tak ada senyum
sedang kau begitu santun
Tapi, apa iya?
aku masih melayang
diantara gedung-gedung tinggi mencakar
Tapi, apa iya?
Irwan Pachrozi
Cipayung, 4/5 '05
Posting Komentar